Kamis, 12 Desember 2019

Aku, menurutku


Hakikat perempuan, menurutku

Bismillah

Aku sebagai perempuan, lebih banyak mengangguk atau menggeleng. Memberi keputusan namun tidak bisa memilih.

Aku dengan kehidupanku. Tentu banyak tipe-tipe laki-laki yang aku temui. A, B, C, D hingga Z. Jika mau memilih dan mengeksekusi, bisa saja aku menentukan,”mau dengan ini atau itu.” Tapi kembali lagi, sosok laki-laki bukan barang yang memiliki garansi yang bisa ditukar ketika sudah tidak berfungsi menurut kita. Laki-laki tersebut nantinya akan menjadi imam. Teman seumur hidup yang harus kita patuhi menuju kebahagiaan dunia akhirat.

Kita bisa saja berdalih dengan siapa kita akan bermakmum. Tapi tidak semudah itu, ferguso! Kita sangat perlu berkaca. Apa kita sudah seperti yang kita idamkan? Apa kita sudah mengusahakan menjadi yang terbaik untuk bisa mendapatkan yang terbaik?

Then, yang menemukan kita adalah mereka. Kita bisa apa?

Kita bisa mengiyakan atau tidak pertanyaan orang yang datang kepada kita. Meskipun sebenarnya kita sudah menentukan dan merencanakan ingin hidup dengan yang bagaimana, dengan siapa.
Random sekali bicaraku ya…..

Jadi, sejauh ini, sejauh aku mengalami peristiwa menjadi seorang perempuan…. Boleh saja kita menjadi diri kita sendiri, tapi tetap mengusahakan yang terbaik. Lalu, mennurutku, jodoh adalah bonus dari kebaikan yang kita lakukan. Kita akan memiliki teman hidup yang seperti kita. Kalau biasanya kita melakukan fungsi x=n+1 untuk n=1 jika masih menjomblo, maka sekarang kita bisa menjadi n=2 ketika menemukan jodoh. Tapi fungsinya tetap x=n+1. Hanya saja, intensitasnya lebih tinggi untuk menangani permasalahan hidup yang lebih banyak pula.

Jika aku merasa “banyak banget sih cowo-cowo yang ada di hidupku”. Maka aku lebih menghibur diri dengan,”ohiya ya, hakikatku kan memutuskan, bukan memilih”. Jadi, aku hanya bisa memberi jawaban meskipun dan padahal aku sudah memiliki perencanaan dengan siapa aku ingin menjalani masa depan. Seketika itu, aku mengorbankan perasaan. So, jika yang datang telah pergi karena mereka memiliki pilihan lain, maka aku akan kembali kepada rencana awal.

Bukan karena aku melihat peluang dan aku tidak ingin bertahan, tapi aku melihat situasi juga jika seseorang yang telah aku rencanakan telah memilih yang lain.

Terimakasih untuk perempuan yang sepemikiran denganku….


Tidak ada komentar:

Posting Komentar