Sabtu, 21 Desember 2019

Then, kamu



Terimakasih telah ada untuk selama ini.

Aku baru menyadari bahwa melalui kamu, Allah menitipkan sepotong semangat baru bagiku untuk tetap selalu berjuang. Tidak memandang bagaimana keadaan yang aku miliki sekarang, cukup dengan bersyukur karena memiliki banyak hal selama ini.

Aku tidak hanya memeluk ilusi keberadaanmu. Kamu nyata, itu memang kamu. Mungkin aku harus belajar, bahwa kamu tetap memiliki rencanamu. Ah, biarkanlah aku dengan kiasanku sendiri menanggapi imajinasi khayalan tentangmu.

Terimakasih sekali lagi.

Maaf aku salah menilai kebaikanmu.

Daaan,,,,

Ya Allah, aku titip rindu ini untuknya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar