Banyak pilihan yang ditawarkan jika sudah mengalami hal
seperti ini.
Yah, meskpiun aku memilih melepaskan penat dengan sekedar
minum kopi, bercengkerama ria dengan rekan seperjuangan, atau menelpon siapapun
yang bisa menjadi tempat curhat, benar saja pikiranku menjadi lebih ringan. Tapi
untuk jangka waktu yang dekat.
Aku memang sedang jauh. Huhuhuhu. Aku tetap berusaha
memperdekat diri, tapi ketenangan itu masih belum ada. Hatiku banyak racun,
banyak penyakitnya, apakah aku perlu diruqyah?
Apakah kalian pernah mengalami krisis mood yang parah? Yah,
mungkin sekarang aku sedang dilanda penyakit itu.
Aku sangat lelah. Sebanyak apapun yang dapat menghiburku,
jika aku masih saja hidup dengan keseharian yang seperti ini, aku lelah.
Aku butuh istirahat, tapi aku butuh ketidaksendirian, tapi
aku butuh waktu intensif. Kamu pasti paham dengan apa yang sedang aku alami.
Aku seperti orang yang sedang kacau, stress, kurang semangat
atau yang lainnya.
Aku berpura-pura baik-baik saja. Memang ketika berhadapan
dengan kalian, aku serasa tidak menjadi diriku. Namun ketika aku kembali sendiri,
aku sudah menjadi sosok lain.
Aku seperti sudah menjadi monster bagi diriku sendiri. Susah
dan bingung mengendalikan amarahku. Ingin marah tapi ya itu hanya membuang energy,
ingin tertawa ya untuk apa. Aku memang sepertinya masih waras. Tapi entahlah,
aku benar-benar merasakan lelah yang benar-benar lelah.
Aku ingin pulang tapi bagaimana bisa, tiket PP sangatlah
mahal.
Mungkin letak perjuanganku ada disini. Bagaimana aku bisa
mengatur diri hingga aku bisa menikmati semuanya.
Ingat, kesempatan tidak datang dua kali. Ini merupakan
masa-masa dimana aku bisa mengeksplor diriku. Tapi sekali lagi, entahlah, aku
masih merasa riweuh untuk menjalaninya.
Jika kata kalian, mungkin jawaban yang tepat untukku adalah “aku
harus mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat.”. Nah, itu yang aku
rasakan. Mengisi waktu luang? Aku sepertinya susah menemukan waktu luang. Sedangkan
jika ada waktu luang, aku sudah sibuk dengan tugas yang begejibun. "Setiap orang juga memiliki tanggung jawab masing-masing yang pasti kata mereka, perkara mereka juga banyak". Tapi intinya
disini,”aku masih bingung dengan hakikat menikmati masa sibuk ini dengan
kebutuhan tubuh dan hidup yang layak”. Ah, ini hanya keluh kesahku sebagai
orang yang kurang bersyukur.
Aku disini hanya ingin berbagi saja, jika aku lelah. Hehehe.
Tapi harusnya itu tetap aku syukuri. Alhamdulillah.
Ohiya, aku ada satu harapan….
Aku butuh seseorang. Boleh?
Boleh aku bertemu dengamnu? Aku butuh kamu untuk ada di
hidupku. Tapi aku yakin jika kamu mengetahui sisi negatifku seperti ini, apakah
kamu tetap mau denganku?
Huhuhuhu, semoga kamu bisa menerima aku apa adanya. Semoga kamu
menjadi moodboster aku di sepanjang waktu nanti. Aaamiiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar