“Bagaimana tentang ikhlas atas segala keputusan.
Bagaimana tentang rela akan semua kehendak.
Bagaimana tentang sabar untuk semua cobaan.
Bagaimana tentang kerja keras demi semua cita-cita yang
telah dituliskan”
Aku, mungkin sedang dalam masa-masa bagaimana mengolah hati
yang berkecamuk. Membuncah dengan semua keadaan yang dihadapi. Merasa bahwa yang aku lakukan tidak bernilai kebaikan. Berpikir bahwa 'Bagaimana bisa aku sebodoh ini'. Seakan-akan aku lelah dengan kondisi. Ini memang sudah
keputusanku. Tapi bukan aku yang berhak memilihkan takdir. Dan aku harus siap tetap bertahan.
Mungkin aku merasa bahwa aku orang yang sangat tidak beruntung dan juga aku bisa saja membandingkan nasib dengan orang lain yang kiranya mereka lebih baik dariku. Tapi aku ingat sesuatu, bahwa tampilan luar seseorang boleh saja tersenyum namun kita tidak tahu jika sebenarnya di balik itu, mereka menangis. Betapa kuat mereka. Maka, aku harus bisa menjadi seperti mereka.
Sebenarnya, apa yang kita rasakan bermula dari hati. Besar kecil sesuatu yang menimpa kita baiknya kita atasi semuanya dengan proporsional. Jadi, hati memang solusi untuk semua perkara.
Hati-hati dengan hati.
Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’mannashir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar